Friday, March 14, 2008

Berapa Gaji Para Pemimpin

Siaran Pers Mengenai Pemberitaan soal Kenaikan Gaji
Presiden dan Dana Khusus/Operasional Presiden

Menanggapi pemberitaan mengenai kenaikan gaji Presiden
dan dana khusus operasional/ taktis Presiden
sebagaimana dimuat dalam pemberitaan Harian Rakyat
Merdeka tanggal 31 Desember 2005 dan 1 Januari 2006,
Harian Kompas tanggal 31 Desember 2005, serta Harian
Jakarta Post tanggal 31 Desember 2005, maka perlu kami
jelaskan sebagai berikut:

1. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa TIDAK ADA
KENAIKAN GAJI DAN TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN SERTA DANA KHUSUS OPERASIONAL/ TAKTIS PRESIDEN
DAN WAKIL PRESIDEN UNTUK TAHUN 2006, sebagaimana yang
dilansir oleh beberapa media.

2. Keputusan untuk tidak menaikkan gaji dan tunjangan
Presiden dan Wakil Presiden serta dana khusus
operasional/ taktis Presiden dan Wakil Presiden untuk
tahun 2006 telah ditegaskan berkali-kali oleh Presiden
kepada publik maupun dalam berbagai kesempatan, dan
juga dalam sidang kabinet paripurna. Bahkan Juru
Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng telah pula
mengeluarkan Siaran Pers pada tanggal 28 Oktober yang
isinya pada butir 2 (e) dan (f) dengan jelas
menyatakan bahwa tidak ada kenaikan gaji dan tunjangan
Presiden dalam APBN 2006 dan tidak ada pula kenaikan
Dana Khusus Operasional/ Taktis Presiden, yaitu Rp.24
milyar setahun.

3. Adanya beberapa media yang memberitakan seolah-olah
gaji Presiden dan Wakil Presiden akan naik, mungkin
disebabkan oleh adanya kenaikan dalam mata anggaran
untuk gaji Presiden dan Wakil Presiden dalam APBN 2006
yang telah disahkan oleh DPR. Kenaikan anggaran dalam
APBN 2006 inilah yang kemudian ditindaklanjuti melalui
surat dari Departemen Keuangan yang ditandatangani
oleh Dirjen Anggaran dan Perimbangan Keuangan No.
S-3327/AP/2005 kepada para Sekretaris
Jenderal/Sekretaris Utama/Sekretaris Kementerian
Negara/Lembaga, yang kemudian ditindaklanjuti dengan
program aplikasi pengisian RKA-KL 2006 oleh Kepala
Rumah Tangga Kepresidenan. Dalam RKA-KL itu terdapat
perkiraan kenaikan gaji Presiden RI. sebesar 10% dari
gaji pokok yang merupakan penyediaan yang telah
dirancang oleh Departemen Keuangan RI.

4. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima
laporan tentang perkiraan kenaikan gaji Presiden
sebesar 10% dari gaji pokok tersebut, dengan tegas dan
konsisten, Presiden tetap menyatakan bahwa TIDAK ADA
KENAIKAN GAJI DAN TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN SERTA DANA KHUSUS OPERASIONAL/ TAKTIS PRESIDEN
DAN WAKIL PRESIDEN UNTUK TAHUN 2006. Walaupun dalam
APBN 2006 yang disahkan oleh DPR telah dialokasikan
kenaikan gaji Presiden dan Wakil Presiden, tetapi
Presiden telah membuat keputusan bahwa TIDAK ADA
KENAIKAN GAJI DAN TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN.

5. Meskipun kenaikan gaji Presiden dan Wakil Presiden
telah ditetapkan dalam pagu anggaran pada APBN 2006,
tetapi realisasi gaji Presiden dan Wakil Presiden
tidak harus mencapai pagu anggaran APBN 2006, bahkan
bisa lebih kecil dari pagu yang telah ditetapkan.
Sekali lagi Presiden menyatakan tidak akan menaikkan
besaran gaji dan tunjangan pada tahun 2006.

6. Apabila gaji Presiden dan Wakil Presiden akan
dinaikkan, maka harus diterbitkan Peraturan Pemerintah
yang mengatur kenaikan tersebut beserta rinciannya.
Sebaliknya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah
memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Presiden. yang
menegaskan bahwa gaji dan tunjangan Presiden dan Wakil
Presiden tidak dinaikkan.

7. Dengan demikian, Presiden dan Wakil Presiden akan
tetap menerima gaji dan tunjangan sebagaimana yang
diterima sebelumnya yaitu sebesar Rp.62.497.800, - dan
Wakil Presiden sebesar Rp.42.548.670, -. Besaran gaji
Presiden dan Wakil Presiden tersebut adalah sama
dengan besaran gaji Presiden dan Wakil Presiden sejak
tahun 2000, yaitu sejak periode Presiden KH.
Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri,
sebagaimana yang diatur dalam UU. No. 7 tahun 1978 dan
PP. No. 75 tahun 2000 serta Keppres No. 68 tahun 2001.

8. Adapun mengenai dana khusus operasional/ taktis
Presiden dan Wakil Presiden sejumlah Rp.2milyar/bulan
dan Wakil Presiden sejumlah Rp.1milyar/bulan, bukanlah
merupakan bagian dari gaji dan tunjangan Presiden dan
Wakil Presiden, dan tidak pula diterima dan dipegang
secara pribadi oleh Presiden danWakil Presiden.

9. Dana khusus operasional/ dana taktis Presiden dan
Wakil Presiden adalah anggaran dalam APBN yang
dipergunakan untuk kegiatan khusus, antara lain:
memberikan bantuan Presiden kepada masyarakat melalui
mekanisme/ketentuan yang telah diatur. Dana tersebut
bukan untuk keperluan pribadi Presiden dan
penggunaannya dipertanggungjawabk an sesuai dengan
ketentuan perundangan yang berlaku.

10. Besaran dana khusus operasional/ taktis
Kepresidenan sejumlah Rp.2milyar sebulan (Rp.24milyar
setahun) tidak mengalami kenaikan dalam APBN 2006 dan
tetap sama besarannya sejak tahun 2003, yaitu sejak
masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

11. Sungguh merupakan fitnah yang keji, jika Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dituduh telah melakukan
kebohongan publik sebagaimana ditulis oleh salah satu
media yang terbit tanggal 1 Januari 2006. Selama ini
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu konsisten
dengan pernyataannya bahwa TIDAK ADA KENAIKAN GAJI DAN
TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA DANA
KHUSUS OPERASIONAL/ TAKTIS PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
UNTUK TAHUN 2006.

Jakarta, 1 Januari 2006

Andi A. Mallarangeng
Juru Bicara Kepresidenan
Posted by gindhox at 04:58:24 | Permanent Link | Comments (0) |

KITA HARUS TERSENYUM

Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari
pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam
dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki
itu mengadu,

"Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah
lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah
lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum
bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas
yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu
malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?"

Sang Guru menjawab sederhana, "Perbaiki penampilanmu
dan rubahlah roman mukamu. Kau tahu, Rasulullah adalah
penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah
keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah,
salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang
membuat orang curiga kepadanya."

Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki
penampilannya. Wajahnya senantiasa berseri. Setiap
kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh.
Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi
untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga.
Sikapnya ramah,wajahnya senantiasa mengulum senyum
bersahabat. Roman mukanya berseri.

Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal
keberhasilan sesuatu pekerjaan adalah roman muka yang
ramah dan penuh senyum.Bahkan Rasulullah menegaskan,
senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar
pahalanya. Demikian pula seorang suami atau seorang
isteri.

Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri
selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang
diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan
ketegangan. Dalam hati yang tenang, pikiran yang
dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun
persoalannya nescaya dapat diatasi. Inilah yang
dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh
dengan cinta dan kasih sayang.
Posted by gindhox at 04:56:25 | Permanent Link | Comments (0) |

DIAM ITU EMAS

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah
awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi
pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga
memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana
yang disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata
benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. JENIS-JENIS DIAM
Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab
dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi
ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya
bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi
pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita
lihat jenis-jenis diam:
a. Diam Bodoh Yaitu diam karena memang tidak tahu apa
yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan
ilmu pengetahuan dan ketidakmengertianny a, atau
kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya.
Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada
memaksakan diri bicara sok tahu.
b. Diam Malas Diam jenis merupakan keburukan, karena
diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia
enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood,
tidak berselera atau malas.
c. Diam Sombong Ini pun termasuk diam negatif karena
dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang
yang diajak bicara tidak selevel dengannya.
d. Diam Khianat Ini diamnya orang jahat karena dia
diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat
dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam
yang keji.
e. Diam Marah Diam seperti ini ada baiknya dan adapula
buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari
perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana.
Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari
solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya,
sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.
f. Diam Utama (Diam Aktif) Yang dimaksud diam
keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran
dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa
engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi
maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.

2. KEUTAMAAN DIAM AKTIF
a. Hemat Masalah Dengan memilih diam aktif, kita akan
menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan
masalah.
b. Hemat dari Dosa Dengan diam aktif maka peluang
tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar
dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.
c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang Dengan diam aktif
berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur
atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan
dan mematikan hati kita.
d. Lebih Bijak Dengan diam aktif berarti kita menjadi
pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam
menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih
mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih
bijak dan arif.
e. Hikmah Akan Muncul Yang tak kalah pentingnya, orang
yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah
bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang
cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah SWT akan
menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.
f. Lebih Berwibawa Tanpa disadari, sikap dan
penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan
wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan
untuk mempermainkan atau meremehkan.

Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri
dari beberapa hal, seperti:

1. Diam dari perkataan dusta
2. Diam dari perkataan sia-sia
3. Diam dari komentar spontan dan celetukan
4. Diam dari kata yang berlebihan
5. Diam dari keluh kesah
6. Diam dari niat riya dan ujub
7. Diam dari kata yang menyakiti
8. Diam dari sok tahu dan sok pintar

Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau
diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat
nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan
untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik
perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah"
puncak perkataan yang menghantarkan ke surga. Aamiin.
AA
Posted by gindhox at 04:37:26 | Permanent Link | Comments (0) |

Monday, February 18, 2008

BERJIWA BESAR

Seorang anak mendatangi Ayahnya dan bertanya,
bagaimana Ayahnya bisa bersikap tenang dan selalu
tersenyum padahal begitu banyak orang yang sering
membuatnya kecewa.

Sang Ayah pun tersenyum dan menunjukkan sebuah batu
seukuran kepalan tangan. "Kantongi sebuah batu sebesar
ini setiap kali kamu bertemu dengan orang yang
mengecewakanmu. Kembali lagi ke Ayah dalam beberapa
hari" pinta sang Ayah.

Kemudian, baru setengah hari si anak berjalan ia sudah
mengantongi beberapa batu. Satu hari terlalui, semakin
banyak batu yang membebani anak tersebut dan
memberatkan langkahnya. Dengan tertatih ia mendatangi
Ayahnya dan berkata, "berat sekali Ayah, saya tak
sanggup melakukannya. Ini pun baru satu hari,
bagaimana dengan esok dan hari-hari selanjutnya? "

Lagi-lagi Ayahnya tersenyum dan membasuh peluh di
kening anaknya. "Begitulah yang kita rasakan jika
setiap hari harus menanam sakit hati, iri, dengki, dan
berbagai perasaan menderita lainnya di dalam hati.
Berat nak, berat rasanya. Apalagi jika harus terus
menerus membawa beban berat itu sepanjang hidup
kita..."

Kini, giliran sang anak yang tersenyum. Tentu setelah
ia membuang semua batu yang seharian membebani
pundaknya.

-------

Ada orang yang betah bertahun-tahun bermusuhan, ada
lagi yang mengaku sulit memaafkan orang yang telah
pernah menyakitinya. Selain itu, ada orang-orang yang
tak pernah dalam sehari tak iri, tak dengki terhadap
tetangga, sahabat, atau bahkan saudaranya sendiri.

Sulitkah memaafkan? bukankah hidup akan lebih ringan
hanya jika tak banyak yang membebani ruang jiwa ini?
Posted by gindhox at 05:24:48 | Permanent Link | Comments (0) |

Monday, February 11, 2008

MFI: Ngotot Tolak Sensor

> 08 Februari 2008 
> MFI: Ngotot Tolak Sensor 
> akb/ant 
> 
> 
> JAKARTA--Sejumlah insan perfilman Indonesia
> keberatan bila Lembaga
> Sensor Film (LSF) bertindak sebagai badan 'penjaga
> moral' anak karena
> tanggungjawab penuh atas tontonan anak-anak itu ada
> pada orangtuanya.
> Keberatan itu diungkapkan saat Mahkamah
> Konstitusional (MK) menggelar
> sidang perkara No. 29/PUU-V/2007 tentang pengujian
> UU No. 8 Tahun 1992
> tentang Perfilman terhadap UUD 1945 di Jakarta, Rabu
> (6/2). 
> 
> Permohonan keberatan itu diajukan oleh lima orang
> pemohon, yaitu Riri
> Riza (sutradara film), Nia Dinata (produser film),
> Shanty (aktris), Rois
> Amriradhiani (penyelenggara festival film), dan Tino
> Saroengallo
> (pengajar dan sutradara film). Pada sidang
> sebelumnya keterangan
> diberikan oleh Taufik Ismail, Ketua MUI, Deddy
> Mizwar dan lainnya selaku
> pihak yang pro-sensor.
> 
> Nia Dinata, sebagai salah satu pihak pemohon
> mengajukan keberatannya
> apabila Lembaga Sensor Film (LSF) bertindak sebagai
> badan 'penjaga moral
> anak'. ''LSF bukan penanggung jawab moral anak,''
> katanya. Menurut dia,
> orang tua lah yang harus bertanggung jawab penuh
> mengawasi tontonan
> anaknya. 
> 
> Nia menuturkan, bahwa ia dan Masyarakat Film
> Indonesia (MFI) mendukung
> kebebasan berekspresi. UU Nomor 8 Tahun 1992 tentang
> Perfilman dianggap
> tidak memberikan klasifikasi terhadap jenis film dan
> reklame film yang
> dilakukan sensor. ''Gugurkan pasal mengenai sensor,
> ganti dengan lembaga
> klasifikasi dan rating yang independen sehingga
> tidak ada lagi sensor
> tertutup seperti yang dilakukan LSF,'' tambahnya. 
> 
> Diungkapkannya untuk melahirkan suatu bangsa yang
> maju diperlukan
> tontonan yang cerdas, bukan dengan melakukan
> penyensoran di sana-sini
> yang akan menghilangkan esensi dari suatu film.
> ''Yang diperlukan
> hanyalah klasifikasi dan pencantuman peringkat di
> setiap film untuk
> `mengamankan` anak dari tontonan negatif,''
> ungkapnya. 
> 
> Senada dengan Nia, aktris Dian Sastrowardoyo menilai
> kehadiran LSF saat
> ini sudah tak layak. ''Dengan adanya sensor film,
> kecerdasan bangsa
> Indonesia nol,'' ujar Dian berapi-api. Dian juga
> melihat sensor adalah
> pelecehan terhadap orang Indonesia.
> 
> Dian juga membantah bahwa aksi yang dilakukan
> dirinya bersama MPI ini
> sebagai cara supaya mereka bisa membuat film porno.
> ''Kita tidak buat
> film pornografi. Jangan disamakan, tolong dipikirkan
> dengan seksama,''
> katanya. Dian menyatakan untuk seorang aktris atau
> aktor sebuah adegan
> merupakan karya. Kalau sampai adegan itu dipotong
> oleh sensor, karya itu
> seperti disabotase. 
> 
> 
> Berita ini dikirim melalui Republika Online
> http://www.republika.co.id/

Posted by gindhox at 05:45:39 | Permanent Link | Comments (0) |

Friday, November 30, 2007

Hari Ini.

Aku akan memulainya dengan ucapan syukur dan senyuman bukan
kritikan. Akan kuhargai setiap detik, menit dan jam, karena
tak sedetik pun dapat ditarik kembali.

Hari ini tidak akan kusia-siakan, seperti waktu lalu yang
terbuang percuma. Hari ini takkan kuisi dengan kecemasan
tentang apa yang akan terjadi esok.

Akan kupakai waktuku untuk membuat sesuatu yang kuidamkan
terjadi. Hari ini aku belajar lagi, untuk merubah diri
sendiri.

Hari ini akan kuisi dengan karya.

Kutinggalkan angan-angan, yang selalu mengatakan:
"Aku akan melakukan sesuatu jika keadaan berubah."

Jikalau keadaan tetap sama saja, dengan kemurahan-Nya aku
tetap akan sukses dengan apa yang ada padaku.

Hari ini aku akan berhenti berkata: "Aku tidak punya waktu"
Karena aku tahu, aku tidak pernah mempunyai waktu untuk
apapun. Jika aku ingin memiliki waktu, aku harus meluangkannya.

Hari ini akan kulalui seolah hari akhirku. Akan kulakukan
yang terbaik dan tidak akan ditunda sampai esok.
Karena hari esok belum tentu ada.


 

 


Kata Bijak Hari Ini.


Jangan lihat masa lampau dengan penyesalan; jangan pula lihat
masa depan dengan ketakutan; tapi lihatlah sekitar anda dengan
penuh kesadaran. (James Thurber)



 

Posted by gindhox at 03:09:51 | Permanent Link | Comments (3) |

Saturday, January 27, 2007

Cinta Sesungguhnya


Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta
yang dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya.

Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah
kepada-Nya. Kuwariskan dua perkara pada kalian, Al   Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai sunnahku, berarti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku."

Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu. Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan
Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua,"keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia. Tanda-tanda itu semakin kuat,
tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap   Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya
yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu Kemudian ia
kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan
yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan
tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama
menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap  di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?"
Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh
kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar khabarini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku:

'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril. Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh urat-urat
lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya
Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah
direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku."Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera
mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya,dan
Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala
Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi.

Betapa cintanya Rasulullah kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.  Kerana sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana
belaka.



 
Posted by gindhox at 07:17:09 | Permanent Link | Comments (1) |

Friday, October 13, 2006

8 Hadiah Terindah dan Tak Ternilai


Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang bisa juga hadir lewat
surat, telepon, foto, atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.

Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya "ruang". Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.

Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah "Kau bebas berbuat semaumu". Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

Keindahan
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi.

Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu ? Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado "kesediaan mengalah". Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

 

 

 

Posted by gindhox at 03:41:03 | Permanent Link | Comments (0) |

H U M O R SEGAR


=================================================================

SURAT KELAKUAN BAIK

"kenapa kamu mencuri tip yg ada di dalam mobil?" kata polisi kpd sahli,
waktu diperiksa di kantor polisi. "terpaksa, pa," kata sahli "terpaksa
gimana? gak punya uang untuk makan?" "dari pagi saya mencari kantor
polisi, tapi tidak ketemu terus nanya ke temen, malah diem aja. ya
udah...saya punya akal. supaya kantor polisi bisa ketemu, ya saya nyoba
maling tip di mobil. dan buktinya saya bisa kesini, ke kantor polisi"
"trus, ngapain kamu nyari kantor polisi segala?" "itu, pa...mau
membuat...Surat Kelakuan Baik"

=================================================================

P E L A U T

Istri pelaut : Mas, anak kita sudah delapan lho
Pelaut : Kenapa, kau sudah tak ingin tambah anak lagi?
Istri pelaut : Keinginan sih ada, cuman aku sudah lelah melahirkan
Pelaut : Baiklah, besok aku bawakan anak yang sudah lahir saja!

=================================================================

S U A M I P E M B E R A N I

Dua orang lelaki yang bertetangga berbincang-bincang di depan rumah
mereka "Ternyata kau seorang yang pemberani" "Kau tahu dari mana?"
"Kemarin malam pukul
02:00 dini hari, kulihat kau diluar rumah
sendirian" "Bah! Kalau aku pemberani, pasti sudah kuketuk pintu rumahku!"

=================================================================

K E B A K A R A N

"Kita harus belajar pada negara lain agar tidak terjadi kebakaran hutan
lagi!" "Negara mana?" "Arab....."

=================================================================

P E M I M P I N C A B A N G

"Kalau jabatan Pemimpin Cabang kuperoleh, aku akan bersikap tegas"
"Kalau disuap...?" "Tegas kuterima!"

=================================================================

B O L O S

Guru : "Kemarin kamu tidak masuk sekolah, kenapa?!"
Murid : "Kemarin
kan hujan,Pak?"
Guru : "Tiga hari kemarin kamu juga tidak masuk sekolah dengan alasan
hujan. Bagaimana kalau tiap hari hujan terus?"
Murid : "Ya banjir dong, Pak!"

=================================================================

SEPERTI PUNYAMU

Pak Jono masuk ke ruang praktek dokter dengan wajah
babak belur dan sebuah raket tenis yang jebol terkalung di lehernya.
" Jangan khawatir, saya akan segera menolong anda.
Tapi saya ingin tahu lebih dulu, mengapa raket itu
bisa sampai melilit leher anda ?" tanya dokter.
" Ceritanya begini dokter, " kata Pak Jono. " Tadi
pagi, saya dan istri saya pergi bermain tenis. Lalu
istri saya melakukan pukulan yang terlalu keras
sehingga bolanya hilang dari pandangan kami. Kami
sibuk mencari bola itu. Kemudian di pojok lapangan
saya melihat seekor sapi betina sedang tiduran. Saya
dekati sapi itu, dan dengan perlahan-lahan saya angkat
ekornya. ASTAGA ! Ternyata bola tenis yang hilang itu
memang ada di bawah pangkal ekornya. Saya berteriak
memanggil istri saya, ' Sayang, kelihatannya ini
seperti punyamu lho !' . Dan dokter, setelah
mengucapkan kata-kata itu saya tak ingat apa-apa lagi".

=================================================================

PERBEDAAN PRIA & WANITA

"Menurutku, kaum wanita menggunakan logikanya hanya 25% dan
menggunakan perasaannya 75%, sedangkan kaum pria kebalikannya."

"Apa buktinya?"

"Seorang ibu akan menangis dulu jika melihat anaknya jatuh dan
kepalanya bocor. Setelah menangis, baru logikanya jalan, yaitu buru-
buru membawanya ke dokter.

Tapi seorang pria tidak begitu.
Begitu melihat anaknya jatuh dan kepalanya bocor, ia langsung
membawanya ke dokter. Setelah sampai ke dokter barulah dia menangis."

"Lho, kenapa menangis?"

"Bayar ongkos berobat dan resep terlalu mahal."

=================================================================

MINUMAN INSTANT

Di inggris utara, ada underground cafe yang khusus
hanya untuk dracula. di
sana tersedia semua jenis
darah dalam botol-botol minuman yang terdiri dari
berbagai darah segala kalangan manusia. dracula dari rusia masuk.
"mau minum tuan?" tanya pelayan.
"ya, beri saya sebotol darah bangsawan abad 17"
"wah harganya seribu pounds tuan"
"no problem, saya punya credit card"
begitu darah bangsawan diberikan, dia mengeluarkan
credit card dari kantongnya dan meletakkannya di meja,
lalu minum dengan santai.
dracula dari jepang masuk.
"mau minum tuan?" tanya pelayan.
"saya minta darah segar dari seorang perawan"
"tiga ratus pounds tuan"
"no problem, saya punya banyak uang"
begitu darah segar diberikan, ia mengeluarkan uang
kertas dari kantongnya dan meletakkannya di meja, lalu
minum dengan santai. dracula dari
indonesia masuk.
"mau minum tuan?" tanya pelayan.
"mmmmmm saya minta segelas air hangat saja"
"o itu gratis tuan tapi dracula tidak minum air tuan"
"no problem, saya punya yang instant"
begitu air hangat diberikan, dia mengeluarkan pembalut
wanita bekas dari kantongnya dan mencelupkannya ke air
hangat, lalu minum dengan santai

=================================================================

TERSESAT

Seorang pria sungguh membenci kucing yang dipelihara istrinya. Suatu
hari dia memutuskan untuk membuang kucing itu sejauh 20 blok dari
rumahnya. Namun setibanya pria itu di rumahnya, kucing itu sudah
berjalan melintasi halaman rumah ...

Keesokan harinya, pria itu memutuskan untuk membuang lagi kucing itu
sejauh 40 blok dari rumahnya dan meninggalkan kucing itu di taman.
Tetapi ketika dia memasuki halaman rumahnya, kucing itu sudah ada di
sana!

Dia selalu mencoba membuang kucing itu ke
tempat-tempat yang lebih
jauh dan lagi-lagi kucing itu bisa kembali ke rumah.

Akhirnya dia memutuskan untuk mengendarai mobilnya sejauh 20 km, lalu
belok ke kanan, belok ke kiri, melewati jembatan, terus belok ke kanan
lagi dan ke kanan lagi sampai dia mencapai suatu tempat yang
dianggapnya jauh sekali dari rumahnya. Lalu dia meninggalkan kucing
itu disana.

Beberapa jam kemudian pria itu menelepon rumah dan bertanya pada
istrinya, "Apakah kucing itu sudah kembali ke rumah?"

"Ya!", jawab istrinya. "Mengapa kamu bertanya?"

Dengan frustasi, pria itu menjawab, "Berikan telepon pada kucingmu
itu. Aku tersesat dan butuh petunjuk arah!"

=================================================================

MENGAPA BEGINI?... MENGAPA BEGITU?...

Mengapa tuyul kerjanya nyolong duit?
sebab kalau nyolong motor dia takut dibakar
massa
kalau ketahuan, lagian dia nggak bisa naik motor.

Mengapa sepeda motor mereknya "yamaha"?
sebab bikinan jepang kalau bikinan arab mereknya "ya mahmud".

Kenapa ayam jantan selesai kawin selalu mematuk kepala ayam betina?
Biar dia lupa siapa yang udah ngawinin dia

Mengapa air laut asin?
Karena ikannya pada keringetan dikejar-kejar nelayan

Kenapa koboi Meksiko kalo berpetualang selalu bawa gitar?
Emangnya disuruh bawa piano? yang bener ajaaa?


Posted by gindhox at 03:35:59 | Permanent Link | Comments (0) |

Bertaubat, Sebelum Terlambat

 

 Manusia di manapun, baik mereka yang lebih dulu hadir ke dunia maupun yang akan datang kemudian, tidak pernah terlepas dari penyakit lalai (alpa). Bagai peristiwa sambung-menyambung, sifat alpa per-tama telah dilakukan oleh Nabiyullah Adam as dan Siti Hawa dengan memakan buah Khuldi. Maka tepatlah sebuah ung-kapan yang berkata: “insan ashluhu nisyan”, asal kata insan adalah `an-nisyan (alpa). Ungkapan lain mengatakan: “insan mahallul khato wan nisyan”, pada diri manusia itu tempatnya salah dan lupa. Akibat kealpaan itu, manusia dapat terperangkap melakukan kesalahan, pelanggaran, sampai kepada kejahatan. Tingkat pelanggaran dalam Islam dikenal dengan istilah `maksiat'. Setiap orang dengan kealpaannya itu dapat setiap saat terperangkap pada jurang kemaksiatan. Hanya para Nabi dan Rasul saja yang terpelihara dari sifat tercela itu,lantaran mereka adalah utusan Allah yang dikenal memiliki sifat makshum (terpelihara dari kemaksiatan). Satu hal yang juga fitrah dalam diri manusia adalah adanya kecenderungan mereka pada perasaan kebenaran (recht-gevoel). Istilah itu bisa pula berarti `perasaan hukum'. Manusia dalam keadaan bagaimanapun selalu diliputi oleh hukum dan berhajat kepada hukum. Mereka ingin menegakkannya, walaupun terkadang tuntutan hawa nafsu bersikeras menolaknya. Kalangan ahli hukum menyebut hal ini sebagai `hukum ada di mana-mana'. Oleh karena perasaan ingin tegaknya hukum itulah, manusia berupaya untuk mewujudkan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban untuk diri, keluarga, dan lingkungannya. Dengan demikian akan terwujud aturan main kehidupan yang dapat berbeda dengan binatang, di mana yang kuat dapat dengan sesuka hatinya menguasai dan memakan si lemah. Kehadiran utusan Allah yakni para Nabi dan Rasul dengan dilengkapi kitab suci-Nya tidak lain adalah untuk menjelaskan kepada manusia agar tidak terjadi hal yang demikian itu. Manusia bukanlah hewan yang dengan seenaknya bisa saling memangsa satu sama lain. Mereka menjelaskan jalan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh. Di sini agama memberi peringatan `amar makruf nahi munkar' dengan turunnya utusan-Nya itu. Kepada mereka yang melanggar, Allah Swt memberi sanksi hukum kepada mereka berupa dosa. Sedang kepada mereka yang berbuat kebaikan Allah akan diberi ganjaran pahala. Dosa dan pahala Tidak ada salahnya kita mengkaji ulang apa yang dimaksud dosa dan pahala. Ini bukan perkara sepele. Bukankah keduanya selalu berkaitan dengan kehidupan kita? Efek-efeknya senantiasa menyertai kita kapan dan di manapun juga? Akibat perbuatan dosa, kita menjadi murung, sedih, kecewa, atau terkadang kehilangan gairah hidup. Jumlah rupiah yang ada di dompet dan besarnya simpanan uang di bank, rumah yang indah, ladang yang luas, tidak membuat hidup kita berbahagia akibat dosa yang kita lakukan. Itulah efek dosa. Sebaliknya, kita terkadang mendapati hidup yang penuh ketenteraman, bahagia —meskipun kata orang kita hanya `cukup hidup dengan nasi dan garam'—tetapi hal itu tidak mengurangi rasa senang, tenteram, dan bahagia yang ada di hati kita. Hidup pun penuh optimisme. Hal ini merupakan buah rasa syukur kita terhadap karunia Allah yang yang telah kita peroleh. Kemudian kita telah berupaya dengan sekuat tenaga menjauhi perbuatan dosa dan maksiat. Kita berjalan di atas jalan keridhaan-Nya. Dampak-dampak dosa dan pahala sangat riil dalam hidup. Pahala dan dosa bukan sekadar kalimat berita, tapi hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita, senang-susah, bahagia atau menderita. Allah Swt berfirman: “Barang siapa mengerjakan perbuatan baik walapun sebesar zarrah, niscaya Ia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan perbuatan jahat meskipun seberat zarrah, niscaya Ia akan melihatnya”. (QS Al-Zal-zalah:7-8) Dalam keterangan salah satu hadits disebutkan bahwa raut wajah para pendosa akan diselimuti kabut hitam, sehingga pandangannya tidak bercahaya. Tak ada kesejukan manakala orang memandangnya. Suatu saat dijumpai seorang yang dalam hidupnya melulu diwarnai kesenangan. Setiap hari tempat parkirnya di diskotik, minumannya arak, makanannya barang haram, teman-temannya para perampok, dan hiburannya wanita pelacur. Suatu saat ketika ajal akan datang menjemputnya, ia kembali ke kampung halaman. Masyarakat desa yang tidak tahu-menahu perilaku si Fulan ketika di negeri rantau, heran melihat tabiat mengenaskan si Fulan. Di antara rasa sakitnya di pembaringan, ia menangis sejadi-jadinya sambil bersumpah-serapah. Puluhan orang yang melayat kewalahan memegangi tubuhnya yang meronta-ronta dengan hebat. Tangisnya melolong-lolong, diiringi teriakan minta ampun. Setelah dengan susah payah para pelayat memegangi dan menenangkan, akhirnya si Fulan berangkat ke alam baka dengan tatapan mata menyeramkan. Naudzubillah! Pada saat yang lain, kita dapati si shalih dalam suasana yang berbeda. Detik-detik menjelang akhir hayatnya (mutadhor), dengan sabar dia mengikuti talkin yang dibacakan ke dalam telinganya. Raut mukanya cerah. Dari celah bibirnya selalu terucap kalimat istighfar dan kalimat tauhid, “La ilaha illah”. Pada saat-saat terakhir hidupnya ia rasakan akan tiba, segera dikumpulkan segenap anggota keluarga dan diwasiatkan untuk senantiasa mentaati perintah agama, tidak saling bermusuhan satu sama lain. Kemudian dengan damai ia kembali ke haribaan Illahi Rabbi dengan penuh ikhlas. Wajah jasad itupun tampak berseri-seri di tinggal roh yang selama ini bersemayam dalam dirinya. Ia pergi dengan khusnul khatimah. Memohon ampun dan bertaubat Selagi nafas kita masih ada, pintu ampunan Tuhan dibuka seluas langit dan bumi. Allah Swt berfirman, “Bersegeralah memohon ampunan dari Tuhanmu, dan mohon surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan untuk orang yang bertaqwa”. (QS Ali Imran: 133) “Kepunyaan Allah apa saja yang ada di langit dan di bumi. Diampuni-Nya siapa yang dikehendaki-Nya, dan disiksa siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Ali Imran: 129) Memohon ampun dan bertaubat hendaknya tidak dilakukan dengan main-main atau setengah-setengah. Setengahnya insyaf, setengahnya lagi ingin kembali ke pekerjaan lamanya. Ini sama halnya dengan membiarkan benih penyakit jahat tumbuh kembali dalam diri. Bagi orang yang bertaubat mesti menanamkan niat yang kuat dalam dirinya untuk meninggalkan pekerjaan keliru sejauh-jauhnya. Tutup rapat-rapat lembaran hitam itu dan jangan coba membukanya kembali. Taubatan nashuha (taubat yang baik) laksana seseorang membuang kotoran yang keluar dari perutnya sendiri. Kendati dia tahu persis asal muasal kotoran itu berasal dari makanan yang enak, tetapi setelah berbentuk kotoran ia tidak akan mau melihatnya lagi apalagi disuruh untuk (maaf) memeganginya. Ia bahkan berusaha menjauhi sejauh-jauhnya. Menengokpun tak sudi lagi. Di samping itu, harus benar-benar bersih, ingin kembali ke jalan lurus yang diridhai Allah. Tidak terpengaruh unsur-unsur lingkungan atau fisik. Seorang pelacur yang sudah renta, kemampuan badaniahnya lemah, wajah tidak lagi menarik, yang ingin bertaubat tetapi dalam hatinya masih tertanam keinginan ke sana, taubat yang seperti ini masih dinodai oleh kotoran. Ibaratnya, kaki kanan ingin melangkah ke surga sedang kaki kirinya tetap berdiam di neraka. Taubat seperti ini adalah taubat yang menggantung, yang urusannya hanya Allah Yang Mahatahu. Agar kita selamat, Rasululah menuntun kita untuk selalu mengoreksi diri dengan beristighfar setiap saat. Beliau saw mengajarkan, “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tak ada Tuhan kecuali Engkau yang telah menjadikan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku tidak punya kemampuan untuk melaksanakan janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan/kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui kepada-Mu atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui pula terhadap dosa-dosaku. Maka ampunilah aku (ya Allah), sesungguhnya tak ada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau”. (HR Bukhari dari Syaddad bin Aus ra) Syekh Imam Nawawi berkata,” Siapa yang mengucapkan sayyidul istighfar ini di waktu siang dengan yakin, bila dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia adalah ahli surga. Siapa yang mengucapkannya di waktu malam sebelum waktu Shubuh, lalu meninggal dunia pada malam itu, maka dia adalah ahli surga.” Wallahu a'lam bish-shawab.
Agar kita selamat, Rasululah menuntun kita untuk selalu mengoreksi diri dengan beristighfar setiap saat. Beliau saw mengajarkan, “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tak ada Tuhan kecuali Engkau yang telah menjadikan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku tidak punya kemampuan untuk melaksanakan janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan/kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui kepada-Mu atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui pula terhadap dosa-dosaku. Maka ampunilah aku (ya Allah), sesungguhnya tak ada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau”. (HR Bukhari dari Syaddad bin Aus ra) Syekh Imam Nawawi berkata,” Siapa yang mengucapkan sayyidul istighfar ini di waktu siang dengan yakin, bila dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia adalah ahli surga. Siapa yang mengucapkannya di waktu malam sebelum waktu Shubuh, lalu meninggal dunia pada malam itu, maka dia adalah ahli surga.” 

Wallahu a'lam bish-shawab.

  
Posted by gindhox at 03:33:44 | Permanent Link | Comments (0) |