Friday, October 13, 2006

8 Hadiah Terindah dan Tak Ternilai


Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang bisa juga hadir lewat

surat, telepon, foto, atau faks. Namun dengan berada di sampingnya, dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran sebagai pembawa kebahagiaan.

Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik, bahkan mengomel.

Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya ? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah “Kau bebas berbuat semaumu”. Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

Keindahan
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik ? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika mengkadokannya tiap hari ! Selain keindahan penampilan pribadi.

Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negative terhadap pikiran, sikap, atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf) adalah kado indah yang sering terlupakan.

Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu ? Bila memikirkan hal ini, berarti siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, mungkin kesal atau marah karena telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa musti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.

Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputusasaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan syarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali kita menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

 

 

 

Posted by gindhox at 03:41:03 | Permalink | No Comments »

H U M O R SEGAR


=================================================================

SURAT KELAKUAN BAIK

“kenapa kamu mencuri tip yg ada di dalam mobil?” kata polisi kpd sahli,
waktu diperiksa di kantor polisi. “terpaksa, pa,” kata sahli “terpaksa
gimana? gak punya uang untuk makan?” “dari pagi saya mencari kantor
polisi, tapi tidak ketemu terus nanya ke temen, malah diem aja. ya
udah…saya punya akal. supaya kantor polisi bisa ketemu, ya saya nyoba
maling tip di mobil. dan buktinya saya bisa kesini, ke kantor polisi”
“trus, ngapain kamu nyari kantor polisi segala?” “itu, pa…mau
membuat…Surat Kelakuan Baik”

=================================================================

P E L A U T

Istri pelaut : Mas, anak kita sudah delapan lho
Pelaut : Kenapa, kau sudah tak ingin tambah anak lagi?
Istri pelaut : Keinginan sih ada, cuman aku sudah lelah melahirkan
Pelaut : Baiklah, besok aku bawakan anak yang sudah lahir saja!

=================================================================

S U A M I P E M B E R A N I

Dua orang lelaki yang bertetangga berbincang-bincang di depan rumah
mereka “Ternyata kau seorang yang pemberani” “Kau tahu dari mana?”
“Kemarin malam pukul

02:00 dini hari, kulihat kau diluar rumah
sendirian” “Bah! Kalau aku pemberani, pasti sudah kuketuk pintu rumahku!”

=================================================================

K E B A K A R A N

“Kita harus belajar pada negara lain agar tidak terjadi kebakaran hutan
lagi!” “Negara mana?” “Arab…..”

=================================================================

P E M I M P I N C A B A N G

“Kalau jabatan Pemimpin Cabang kuperoleh, aku akan bersikap tegas”
“Kalau disuap…?” “Tegas kuterima!”

=================================================================

B O L O S

Guru : “Kemarin kamu tidak masuk sekolah, kenapa?!”
Murid : “Kemarin
kan hujan,Pak?”
Guru : “Tiga hari kemarin kamu juga tidak masuk sekolah dengan alasan
hujan. Bagaimana kalau tiap hari hujan terus?”
Murid : “Ya banjir dong, Pak!”

=================================================================

SEPERTI PUNYAMU

Pak Jono masuk ke ruang praktek dokter dengan wajah
babak belur dan sebuah raket tenis yang jebol terkalung di lehernya.
” Jangan khawatir, saya akan segera menolong anda.
Tapi saya ingin tahu lebih dulu, mengapa raket itu
bisa sampai melilit leher anda ?” tanya dokter.
” Ceritanya begini dokter, ” kata Pak Jono. ” Tadi
pagi, saya dan istri saya pergi bermain tenis. Lalu
istri saya melakukan pukulan yang terlalu keras
sehingga bolanya hilang dari pandangan kami. Kami
sibuk mencari bola itu. Kemudian di pojok lapangan
saya melihat seekor sapi betina sedang tiduran. Saya
dekati sapi itu, dan dengan perlahan-lahan saya angkat
ekornya. ASTAGA ! Ternyata bola tenis yang hilang itu
memang ada di bawah pangkal ekornya. Saya berteriak
memanggil istri saya, ‘ Sayang, kelihatannya ini
seperti punyamu lho !’ . Dan dokter, setelah
mengucapkan kata-kata itu saya tak ingat apa-apa lagi”.

=================================================================

PERBEDAAN PRIA & WANITA

“Menurutku, kaum wanita menggunakan logikanya hanya 25% dan
menggunakan perasaannya 75%, sedangkan kaum pria kebalikannya.”

“Apa buktinya?”

“Seorang ibu akan menangis dulu jika melihat anaknya jatuh dan
kepalanya bocor. Setelah menangis, baru logikanya jalan, yaitu buru-
buru membawanya ke dokter.

Tapi seorang pria tidak begitu.
Begitu melihat anaknya jatuh dan kepalanya bocor, ia langsung
membawanya ke dokter. Setelah sampai ke dokter barulah dia menangis.”

“Lho, kenapa menangis?”

“Bayar ongkos berobat dan resep terlalu mahal.”

=================================================================

MINUMAN INSTANT

Di inggris utara, ada underground cafe yang khusus
hanya untuk dracula. di
sana tersedia semua jenis
darah dalam botol-botol minuman yang terdiri dari
berbagai darah segala kalangan manusia. dracula dari rusia masuk.
“mau minum tuan?” tanya pelayan.
“ya, beri saya sebotol darah bangsawan abad 17″
“wah harganya seribu pounds tuan”
“no problem, saya punya credit card”
begitu darah bangsawan diberikan, dia mengeluarkan
credit card dari kantongnya dan meletakkannya di meja,
lalu minum dengan santai.
dracula dari jepang masuk.
“mau minum tuan?” tanya pelayan.
“saya minta darah segar dari seorang perawan”
“tiga ratus pounds tuan”
“no problem, saya punya banyak uang”
begitu darah segar diberikan, ia mengeluarkan uang
kertas dari kantongnya dan meletakkannya di meja, lalu
minum dengan santai. dracula dari
indonesia masuk.
“mau minum tuan?” tanya pelayan.
“mmmmmm saya minta segelas air hangat saja”
“o itu gratis tuan tapi dracula tidak minum air tuan”
“no problem, saya punya yang instant”
begitu air hangat diberikan, dia mengeluarkan pembalut
wanita bekas dari kantongnya dan mencelupkannya ke air
hangat, lalu minum dengan santai

=================================================================

TERSESAT

Seorang pria sungguh membenci kucing yang dipelihara istrinya. Suatu
hari dia memutuskan untuk membuang kucing itu sejauh 20 blok dari
rumahnya. Namun setibanya pria itu di rumahnya, kucing itu sudah
berjalan melintasi halaman rumah …

Keesokan harinya, pria itu memutuskan untuk membuang lagi kucing itu
sejauh 40 blok dari rumahnya dan meninggalkan kucing itu di taman.
Tetapi ketika dia memasuki halaman rumahnya, kucing itu sudah ada di
sana!

Dia selalu mencoba membuang kucing itu ke
tempat-tempat yang lebih
jauh dan lagi-lagi kucing itu bisa kembali ke rumah.

Akhirnya dia memutuskan untuk mengendarai mobilnya sejauh 20 km, lalu
belok ke kanan, belok ke kiri, melewati jembatan, terus belok ke kanan
lagi dan ke kanan lagi sampai dia mencapai suatu tempat yang
dianggapnya jauh sekali dari rumahnya. Lalu dia meninggalkan kucing
itu disana.

Beberapa jam kemudian pria itu menelepon rumah dan bertanya pada
istrinya, “Apakah kucing itu sudah kembali ke rumah?”

“Ya!”, jawab istrinya. “Mengapa kamu bertanya?”

Dengan frustasi, pria itu menjawab, “Berikan telepon pada kucingmu
itu. Aku tersesat dan butuh petunjuk arah!”

=================================================================

MENGAPA BEGINI?… MENGAPA BEGITU?…

Mengapa tuyul kerjanya nyolong duit?
sebab kalau nyolong motor dia takut dibakar
massa
kalau ketahuan, lagian dia nggak bisa naik motor.

Mengapa sepeda motor mereknya “yamaha”?
sebab bikinan jepang kalau bikinan arab mereknya “ya mahmud”.

Kenapa ayam jantan selesai kawin selalu mematuk kepala ayam betina?
Biar dia lupa siapa yang udah ngawinin dia

Mengapa air laut asin?
Karena ikannya pada keringetan dikejar-kejar nelayan

Kenapa koboi Meksiko kalo berpetualang selalu bawa gitar?
Emangnya disuruh bawa piano? yang bener ajaaa?



Posted by gindhox at 03:35:59 | Permalink | No Comments »

Bertaubat, Sebelum Terlambat

 


 
Manusia di manapun, baik mereka yang lebih dulu hadir ke dunia maupun yang akan datang kemudian, tidak pernah terlepas dari penyakit lalai (alpa). Bagai peristiwa sambung-menyambung, sifat alpa per-tama telah dilakukan oleh Nabiyullah Adam as dan Siti Hawa dengan memakan buah Khuldi. Maka tepatlah sebuah ung-kapan yang berkata: “insan ashluhu nisyan”, asal kata insan adalah `an-nisyan (alpa). Ungkapan lain mengatakan: “insan mahallul khato wan nisyan”, pada diri manusia itu tempatnya salah dan lupa. Akibat kealpaan itu, manusia dapat terperangkap melakukan kesalahan, pelanggaran, sampai kepada kejahatan. Tingkat pelanggaran dalam Islam dikenal dengan istilah `maksiat’. Setiap orang dengan kealpaannya itu dapat setiap saat terperangkap pada jurang kemaksiatan. Hanya para Nabi dan Rasul saja yang terpelihara dari sifat tercela itu,lantaran mereka adalah utusan Allah yang dikenal memiliki sifat makshum (terpelihara dari kemaksiatan). Satu hal yang juga fitrah dalam diri manusia adalah adanya kecenderungan mereka pada perasaan kebenaran (recht-gevoel). Istilah itu bisa pula berarti `perasaan hukum’. Manusia dalam keadaan bagaimanapun selalu diliputi oleh hukum dan berhajat kepada hukum. Mereka ingin menegakkannya, walaupun terkadang tuntutan hawa nafsu bersikeras menolaknya. Kalangan ahli hukum menyebut hal ini sebagai `hukum ada di mana-mana’. Oleh karena perasaan ingin tegaknya hukum itulah, manusia berupaya untuk mewujudkan keamanan, ketenteraman, dan ketertiban untuk diri, keluarga, dan lingkungannya. Dengan demikian akan terwujud aturan main kehidupan yang dapat berbeda dengan binatang, di mana yang kuat dapat dengan sesuka hatinya menguasai dan memakan si lemah. Kehadiran utusan Allah yakni para Nabi dan Rasul dengan dilengkapi kitab suci-Nya tidak lain adalah untuk menjelaskan kepada manusia agar tidak terjadi hal yang demikian itu. Manusia bukanlah hewan yang dengan seenaknya bisa saling memangsa satu sama lain. Mereka menjelaskan jalan mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak boleh. Di sini agama memberi peringatan `amar makruf nahi munkar’ dengan turunnya utusan-Nya itu. Kepada mereka yang melanggar, Allah Swt memberi sanksi hukum kepada mereka berupa dosa. Sedang kepada mereka yang berbuat kebaikan Allah akan diberi ganjaran pahala. Dosa dan pahala Tidak ada salahnya kita mengkaji ulang apa yang dimaksud dosa dan pahala. Ini bukan perkara sepele. Bukankah keduanya selalu berkaitan dengan kehidupan kita? Efek-efeknya senantiasa menyertai kita kapan dan di manapun juga? Akibat perbuatan dosa, kita menjadi murung, sedih, kecewa, atau terkadang kehilangan gairah hidup. Jumlah rupiah yang ada di dompet dan besarnya simpanan uang di bank, rumah yang indah, ladang yang luas, tidak membuat hidup kita berbahagia akibat dosa yang kita lakukan. Itulah efek dosa. Sebaliknya, kita terkadang mendapati hidup yang penuh ketenteraman, bahagia —meskipun kata orang kita hanya `cukup hidup dengan nasi dan garam’—tetapi hal itu tidak mengurangi rasa senang, tenteram, dan bahagia yang ada di hati kita. Hidup pun penuh optimisme. Hal ini merupakan buah rasa syukur kita terhadap karunia Allah yang yang telah kita peroleh. Kemudian kita telah berupaya dengan sekuat tenaga menjauhi perbuatan dosa dan maksiat. Kita berjalan di atas jalan keridhaan-Nya. Dampak-dampak dosa dan pahala sangat riil dalam hidup. Pahala dan dosa bukan sekadar kalimat berita, tapi hal yang sangat berkaitan dengan kehidupan kita, senang-susah, bahagia atau menderita. Allah Swt berfirman: “Barang siapa mengerjakan perbuatan baik walapun sebesar zarrah, niscaya Ia akan melihatnya. Dan barangsiapa yang mengerjakan perbuatan jahat meskipun seberat zarrah, niscaya Ia akan melihatnya”. (QS Al-Zal-zalah:7-8) Dalam keterangan salah satu hadits disebutkan bahwa raut wajah para pendosa akan diselimuti kabut hitam, sehingga pandangannya tidak bercahaya. Tak ada kesejukan manakala orang memandangnya. Suatu saat dijumpai seorang yang dalam hidupnya melulu diwarnai kesenangan. Setiap hari tempat parkirnya di diskotik, minumannya arak, makanannya barang haram, teman-temannya para perampok, dan hiburannya wanita pelacur. Suatu saat ketika ajal akan datang menjemputnya, ia kembali ke kampung halaman. Masyarakat desa yang tidak tahu-menahu perilaku si Fulan ketika di negeri rantau, heran melihat tabiat mengenaskan si Fulan. Di antara rasa sakitnya di pembaringan, ia menangis sejadi-jadinya sambil bersumpah-serapah. Puluhan orang yang melayat kewalahan memegangi tubuhnya yang meronta-ronta dengan hebat. Tangisnya melolong-lolong, diiringi teriakan minta ampun. Setelah dengan susah payah para pelayat memegangi dan menenangkan, akhirnya si Fulan berangkat ke alam baka dengan tatapan mata menyeramkan. Naudzubillah! Pada saat yang lain, kita dapati si shalih dalam suasana yang berbeda. Detik-detik menjelang akhir hayatnya (mutadhor), dengan sabar dia mengikuti talkin yang dibacakan ke dalam telinganya. Raut mukanya cerah. Dari celah bibirnya selalu terucap kalimat istighfar dan kalimat tauhid, “La ilaha illah”. Pada saat-saat terakhir hidupnya ia rasakan akan tiba, segera dikumpulkan segenap anggota keluarga dan diwasiatkan untuk senantiasa mentaati perintah agama, tidak saling bermusuhan satu sama lain. Kemudian dengan damai ia kembali ke haribaan Illahi Rabbi dengan penuh ikhlas. Wajah jasad itupun tampak berseri-seri di tinggal roh yang selama ini bersemayam dalam dirinya. Ia pergi dengan khusnul khatimah. Memohon ampun dan bertaubat Selagi nafas kita masih ada, pintu ampunan Tuhan dibuka seluas langit dan bumi. Allah Swt berfirman, “Bersegeralah memohon ampunan dari Tuhanmu, dan mohon surga yang luasnya seluas langit dan bumi, disediakan untuk orang yang bertaqwa”. (QS Ali Imran: 133) “Kepunyaan Allah apa saja yang ada di langit dan di bumi. Diampuni-Nya siapa yang dikehendaki-Nya, dan disiksa siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS Ali Imran: 129) Memohon ampun dan bertaubat hendaknya tidak dilakukan dengan main-main atau setengah-setengah. Setengahnya insyaf, setengahnya lagi ingin kembali ke pekerjaan lamanya. Ini sama halnya dengan membiarkan benih penyakit jahat tumbuh kembali dalam diri. Bagi orang yang bertaubat mesti menanamkan niat yang kuat dalam dirinya untuk meninggalkan pekerjaan keliru sejauh-jauhnya. Tutup rapat-rapat lembaran hitam itu dan jangan coba membukanya kembali. Taubatan nashuha (taubat yang baik) laksana seseorang membuang kotoran yang keluar dari perutnya sendiri. Kendati dia tahu persis asal muasal kotoran itu berasal dari makanan yang enak, tetapi setelah berbentuk kotoran ia tidak akan mau melihatnya lagi apalagi disuruh untuk (maaf) memeganginya. Ia bahkan berusaha menjauhi sejauh-jauhnya. Menengokpun tak sudi lagi. Di samping itu, harus benar-benar bersih, ingin kembali ke jalan lurus yang diridhai Allah. Tidak terpengaruh unsur-unsur lingkungan atau fisik. Seorang pelacur yang sudah renta, kemampuan badaniahnya lemah, wajah tidak lagi menarik, yang ingin bertaubat tetapi dalam hatinya masih tertanam keinginan ke sana, taubat yang seperti ini masih dinodai oleh kotoran. Ibaratnya, kaki kanan ingin melangkah ke surga sedang kaki kirinya tetap berdiam di neraka. Taubat seperti ini adalah taubat yang menggantung, yang urusannya hanya Allah Yang Mahatahu. Agar kita selamat, Rasululah menuntun kita untuk selalu mengoreksi diri dengan beristighfar setiap saat. Beliau saw mengajarkan, “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tak ada Tuhan kecuali Engkau yang telah menjadikan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku tidak punya kemampuan untuk melaksanakan janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan/kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui kepada-Mu atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui pula terhadap dosa-dosaku. Maka ampunilah aku (ya Allah), sesungguhnya tak ada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau”. (HR Bukhari dari Syaddad bin Aus ra) Syekh Imam Nawawi berkata,” Siapa yang mengucapkan sayyidul istighfar ini di waktu siang dengan yakin, bila dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia adalah ahli surga. Siapa yang mengucapkannya di waktu malam sebelum waktu Shubuh, lalu meninggal dunia pada malam itu, maka dia adalah ahli surga.” Wallahu a’lam bish-shawab.
Agar kita selamat, Rasululah menuntun kita untuk selalu mengoreksi diri dengan beristighfar setiap saat. Beliau saw mengajarkan, “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku. Tak ada Tuhan kecuali Engkau yang telah menjadikan aku, dan aku adalah hamba-Mu, dan aku tidak punya kemampuan untuk melaksanakan janji-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan/kejahatan yang telah aku lakukan. Aku mengakui kepada-Mu atas nikmat yang Engkau berikan kepadaku, dan aku mengakui pula terhadap dosa-dosaku. Maka ampunilah aku (ya Allah), sesungguhnya tak ada yang dapat memberi ampunan kecuali Engkau”. (HR Bukhari dari Syaddad bin Aus ra) Syekh Imam Nawawi berkata,” Siapa yang mengucapkan sayyidul istighfar ini di waktu siang dengan yakin, bila dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia adalah ahli surga. Siapa yang mengucapkannya di waktu malam sebelum waktu Shubuh, lalu meninggal dunia pada malam itu, maka dia adalah ahli surga.” 

Wallahu a’lam bish-shawab.

  

Posted by gindhox at 03:33:44 | Permalink | No Comments »