Friday, March 03, 2006

6 Cara Menyimpan Mainan Anak

1. Berpikir hemat sekaligus praktis. Anda dapat mengguna-kan kardus, plastik maupun kotak sepatu yang sudah tidak dipakai lagi untuk menyimpan mainan anak dan ditaruh di ruangan khusus. Misalnya kotak kardus digunakan unutk menyimpan barang yang cukup besar, plastik untuk boneka sedangkan kotak sepatu untuk menyimpan mainan dengan ukuran kecil seperti mobil-mobilan ukuran kecil atau alat untuk menggambar (krayon,spidol dan lain-lain). Dengan begini, mainan anak pun tidak akan tercecer.

2. Simpanlah mainan berdasarkan kategorisasi, seperti mobil-mobilan, boneka, bola dan sebagainya. Berikan label atau gambar tertentu yang menggambarkan isi tempat penyimpanan tersebut, sehingga memudahkan anak untuk mencari dan menyimpan kembali mainannya.

3. Idealnya, letakkan kotak penyimpanan tersebut di tempat yang mudah dijangkau oleh anak-anak sehingga tidak mencelakakan mereka saat mengambil mainan yang diinginkan.

4. Mainan anak berukuran besar dapat dijadikan pajangan di rumah dengan menjajarkan rak khusus. Misalnya, boneka binatang, mobil-mobilan berukuran besar atau puzzle. Cara ini juga dapat dilakukan untuk mainan anak yang sudah tidak lagi digunakan.

5. Bila ingin menggunakan kotak khusus, hindari penggunaan kotak dengan tutup yang berat agar anak pun mudah untuk membukanya dan tanpa mencederai mereka - tutup yang terjatuh ke tangan anak, misalnya. Atau gunakan kotak dengan penutup yang memiliki engsel dan dapat menahan secara otomatis selama kotak itu terbuka.

6. Mainan yang terdiri dari papan, seperti catur, halma dan sebagainya dapat disimpan di dalam lemari khusus dengan menjajarkannya ke samping. Jangan menumpuknya, karena dapat merusak mainan yang berada di paling bawah. Anda dapat meletakkan mainan yang lebih ringan di atasnya, seperti boneka atau puzzle.

Pastikan bahwa anak bermain dengan pengawasan orang dewasa, yang dapat membantunya mengambil dan menyimpan kembali mainan, kecuali bila anak sudah cukup besar untuk melakukannya.

Posted by gindhox at 10:31:15 | Permanent Link | Comments (5) |

9 KEINGINAN ANAK DARI ORANG TUA

 

1. Waktu luang

Boleh saja Anda sibuk berkarier diluar rumah, karena tujuan bekerja pasti untuk anak juga. Namun, anak pun menginginkan Anda memiliki waktu luang baginya. Jadi, Anda harus pintar me-manage waktu. Yang pasti Anda harus menetapkan hari libur yang tak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Pergunakanlah waktu libur bersama anak.

2. Kasih sayang

Kebutuhan anak tak hanya kebutuhan fisik. Kasih sayang dan perhatian andalah yang paling penting untuk anak. Bentuk perhatian tidak perlu harus dengan hadiah, tetapi dengan menemaninya belajar ataupun bermain, sudah cukup penting membuat anak senang.

3. Tidak bertengkar

Orang tua kadangkala tidak menyadari, saat emosi mereka memuncak, masalah anak dikesampingkan. Secara psikologis, ini tidak baik untuk perkembangan anak. Jiwanya akan tertekan dan ia akan bingung, siapa yang harus dibela dan disalahkan. Jika persoalan muncul, sebaiknya selesaikan saat anak tidak dirumah atau sedang tidur, sehingga ia tidak melihat atau mendengarkan orangtuanya bertengkar.

4. Tidak pilih kasih

Jangan sesekali membedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jelas ini akan membuat anak yang di nomor duakan cemburu. Jangan pernah membuat batasan, yang bungsu harus lebih disayang daripada yang besar. kalau tidak ingin diprotes anak, bersikaplah adil dalam memberikan kasih sayang.

5. Ramah

Sikap orangtua yang tidak bersahabat dengan teman-teman si kecil jelas akan membuat si kecil tidak nyaman. Dan ini sangat sering terjadi. Meski suasana hati sedang tidak nyaman, cobalah tetap bersikap ramah pada teman-teman si kecil. Ingat anak tak siap menerima perlakuan seperti itu dan akan berontak jika orangtuanya mempermalukannya.

6. Menepati janji

Janji adalah utang yang harus ditepati. Sebaiknya jangan memberikan janji pada anak, jika hal itu hanya Anda maksudkan dengan bercanda atau tidak bersungguh-sungguh. Anda tidak maukan di cap anak sebagai orangtua pembohong? Jika Anda sudah terlanjur berjanji sebaiknya ditepati.

7. Pintar

Hal lain yang perlu Anda ketahui, anak juga ingin punya orangtua yang pintar dan cekatan. Tidak perlu harus menjadi seorang profesor, tetapi setiap kali anak bertanya, Anda bisa menjawabnya.

8. Jadi teman

Hubungan anak dengan orangtua kadang tidak harmonis, karena orangtua sering membuat batasan, tidak mau mengakrabkan diri pada anak dengan alasan agar anak segan. Cobalah agar menata kembali hubungan Anda dengan anak agr lebih akrab. Sehingga posisi Anda tak hanya sebagai orangtua saja, tetapi bisa juga sebagai teman.

9. Mampu mengatasi masalah

Seringkali orangtua tidak menyadari sikapnya, dan mengeluh di depan anak. Keluhan Anda pun bermacam-macam, dari masalah keluarga sampai dengan urusan pekerjaan. Padahal itu tidak perlu. Kenapa harus berbagi masalah dengan anak. Apa yang dapat Anda harapkan dari anak yang masih kecil dan pola pikirannya belum luas? Bicarakan masalah Anda dengan pasangan ataupun orang yang lebih tua yang dapat memahami masalah tersebut.

 

Posted by gindhox at 10:20:25 | Permanent Link | Comments (0) |