Friday, March 14, 2008

Berapa Gaji Para Pemimpin

Siaran Pers Mengenai Pemberitaan soal Kenaikan Gaji
Presiden dan Dana Khusus/Operasional Presiden

Menanggapi pemberitaan mengenai kenaikan gaji Presiden
dan dana khusus operasional/ taktis Presiden
sebagaimana dimuat dalam pemberitaan Harian Rakyat
Merdeka tanggal 31 Desember 2005 dan 1 Januari 2006,
Harian Kompas tanggal 31 Desember 2005, serta Harian
Jakarta Post tanggal 31 Desember 2005, maka perlu kami
jelaskan sebagai berikut:

1. Sekali lagi perlu ditegaskan bahwa TIDAK ADA
KENAIKAN GAJI DAN TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN SERTA DANA KHUSUS OPERASIONAL/ TAKTIS PRESIDEN
DAN WAKIL PRESIDEN UNTUK TAHUN 2006, sebagaimana yang
dilansir oleh beberapa media.

2. Keputusan untuk tidak menaikkan gaji dan tunjangan
Presiden dan Wakil Presiden serta dana khusus
operasional/ taktis Presiden dan Wakil Presiden untuk
tahun 2006 telah ditegaskan berkali-kali oleh Presiden
kepada publik maupun dalam berbagai kesempatan, dan
juga dalam sidang kabinet paripurna. Bahkan Juru
Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng telah pula
mengeluarkan Siaran Pers pada tanggal 28 Oktober yang
isinya pada butir 2 (e) dan (f) dengan jelas
menyatakan bahwa tidak ada kenaikan gaji dan tunjangan
Presiden dalam APBN 2006 dan tidak ada pula kenaikan
Dana Khusus Operasional/ Taktis Presiden, yaitu Rp.24
milyar setahun.

3. Adanya beberapa media yang memberitakan seolah-olah
gaji Presiden dan Wakil Presiden akan naik, mungkin
disebabkan oleh adanya kenaikan dalam mata anggaran
untuk gaji Presiden dan Wakil Presiden dalam APBN 2006
yang telah disahkan oleh DPR. Kenaikan anggaran dalam
APBN 2006 inilah yang kemudian ditindaklanjuti melalui
surat dari Departemen Keuangan yang ditandatangani
oleh Dirjen Anggaran dan Perimbangan Keuangan No.
S-3327/AP/2005 kepada para Sekretaris
Jenderal/Sekretaris Utama/Sekretaris Kementerian
Negara/Lembaga, yang kemudian ditindaklanjuti dengan
program aplikasi pengisian RKA-KL 2006 oleh Kepala
Rumah Tangga Kepresidenan. Dalam RKA-KL itu terdapat
perkiraan kenaikan gaji Presiden RI. sebesar 10% dari
gaji pokok yang merupakan penyediaan yang telah
dirancang oleh Departemen Keuangan RI.

4. Ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima
laporan tentang perkiraan kenaikan gaji Presiden
sebesar 10% dari gaji pokok tersebut, dengan tegas dan
konsisten, Presiden tetap menyatakan bahwa TIDAK ADA
KENAIKAN GAJI DAN TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN SERTA DANA KHUSUS OPERASIONAL/ TAKTIS PRESIDEN
DAN WAKIL PRESIDEN UNTUK TAHUN 2006. Walaupun dalam
APBN 2006 yang disahkan oleh DPR telah dialokasikan
kenaikan gaji Presiden dan Wakil Presiden, tetapi
Presiden telah membuat keputusan bahwa TIDAK ADA
KENAIKAN GAJI DAN TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL
PRESIDEN.

5. Meskipun kenaikan gaji Presiden dan Wakil Presiden
telah ditetapkan dalam pagu anggaran pada APBN 2006,
tetapi realisasi gaji Presiden dan Wakil Presiden
tidak harus mencapai pagu anggaran APBN 2006, bahkan
bisa lebih kecil dari pagu yang telah ditetapkan.
Sekali lagi Presiden menyatakan tidak akan menaikkan
besaran gaji dan tunjangan pada tahun 2006.

6. Apabila gaji Presiden dan Wakil Presiden akan
dinaikkan, maka harus diterbitkan Peraturan Pemerintah
yang mengatur kenaikan tersebut beserta rinciannya.
Sebaliknya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah
memutuskan untuk menerbitkan Peraturan Presiden. yang
menegaskan bahwa gaji dan tunjangan Presiden dan Wakil
Presiden tidak dinaikkan.

7. Dengan demikian, Presiden dan Wakil Presiden akan
tetap menerima gaji dan tunjangan sebagaimana yang
diterima sebelumnya yaitu sebesar Rp.62.497.800, - dan
Wakil Presiden sebesar Rp.42.548.670, -. Besaran gaji
Presiden dan Wakil Presiden tersebut adalah sama
dengan besaran gaji Presiden dan Wakil Presiden sejak
tahun 2000, yaitu sejak periode Presiden KH.
Abdurrahman Wahid dan Presiden Megawati Soekarnoputri,
sebagaimana yang diatur dalam UU. No. 7 tahun 1978 dan
PP. No. 75 tahun 2000 serta Keppres No. 68 tahun 2001.

8. Adapun mengenai dana khusus operasional/ taktis
Presiden dan Wakil Presiden sejumlah Rp.2milyar/bulan
dan Wakil Presiden sejumlah Rp.1milyar/bulan, bukanlah
merupakan bagian dari gaji dan tunjangan Presiden dan
Wakil Presiden, dan tidak pula diterima dan dipegang
secara pribadi oleh Presiden danWakil Presiden.

9. Dana khusus operasional/ dana taktis Presiden dan
Wakil Presiden adalah anggaran dalam APBN yang
dipergunakan untuk kegiatan khusus, antara lain:
memberikan bantuan Presiden kepada masyarakat melalui
mekanisme/ketentuan yang telah diatur. Dana tersebut
bukan untuk keperluan pribadi Presiden dan
penggunaannya dipertanggungjawabk an sesuai dengan
ketentuan perundangan yang berlaku.

10. Besaran dana khusus operasional/ taktis
Kepresidenan sejumlah Rp.2milyar sebulan (Rp.24milyar
setahun) tidak mengalami kenaikan dalam APBN 2006 dan
tetap sama besarannya sejak tahun 2003, yaitu sejak
masa pemerintahan Presiden Megawati Soekarnoputri.

11. Sungguh merupakan fitnah yang keji, jika Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono dituduh telah melakukan
kebohongan publik sebagaimana ditulis oleh salah satu
media yang terbit tanggal 1 Januari 2006. Selama ini
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu konsisten
dengan pernyataannya bahwa TIDAK ADA KENAIKAN GAJI DAN
TUNJANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN SERTA DANA
KHUSUS OPERASIONAL/ TAKTIS PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN
UNTUK TAHUN 2006.

Jakarta, 1 Januari 2006

Andi A. Mallarangeng
Juru Bicara Kepresidenan
Posted by gindhox at 04:58:24 | Permanent Link | Comments (0) |

KITA HARUS TERSENYUM

Abu Yazid Al Busthami, pelopor sufi, pada suatu hari
pernah didatangi seorang lelaki yang wajahnya kusam
dan keningnya selalu berkerut. Dengan murung lelaki
itu mengadu,

"Tuan Guru, sepanjang hidup saya, rasanya tak pernah
lepas saya beribadah kepada Allah. Orang lain sudah
lelap, saya masih bermunajat. Isteri saya belum
bangun, saya sudah mengaji. Saya juga bukan pemalas
yang enggan mencari rezeki. Tetapi mengapa saya selalu
malang dan kehidupan saya penuh kesulitan?"

Sang Guru menjawab sederhana, "Perbaiki penampilanmu
dan rubahlah roman mukamu. Kau tahu, Rasulullah adalah
penduduk dunia yang miskin namun wajahnya tak pernah
keruh dan selalu ceria. Sebab menurut Rasulullah,
salah satu tanda penghuni neraka ialah muka masam yang
membuat orang curiga kepadanya."

Lelaki itu tertunduk. Ia pun berjanji akan memperbaiki
penampilannya. Wajahnya senantiasa berseri. Setiap
kesedihan diterima dengan sabar, tanpa mengeluh.
Alhamdullilah sesudah itu ia tak pernah datang lagi
untuk berkeluh kesah. Keserasian selalu dijaga.
Sikapnya ramah,wajahnya senantiasa mengulum senyum
bersahabat. Roman mukanya berseri.

Tak heran jika Imam Hasan Al Basri berpendapat, awal
keberhasilan sesuatu pekerjaan adalah roman muka yang
ramah dan penuh senyum.Bahkan Rasulullah menegaskan,
senyum adalah sedekah paling murah tetapi paling besar
pahalanya. Demikian pula seorang suami atau seorang
isteri.

Alangkah celakanya rumah tangga jika suami isteri
selalu berwajah tegang. Sebab tak ada persoalan yang
diselesaikan dengan mudah melalui kekeruhan dan
ketegangan. Dalam hati yang tenang, pikiran yang
dingin dan wajah cerah, Insya Allah, apapun
persoalannya nescaya dapat diatasi. Inilah yang
dinamakan keluarga sakinah, yang didalamnya penuh
dengan cinta dan kasih sayang.
Posted by gindhox at 04:56:25 | Permanent Link | Comments (0) |

DIAM ITU EMAS

Dalam upaya mendewasakan diri kita, salah satu langkah
awal yang harus kita pelajari adalah bagaimana menjadi
pribadi yang berkemampuan dalam menjaga juga
memelihara lisan dengan baik dan benar. Sebagaimana
yang disabdakan Rasulullah saw, "Barangsiapa yang
beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata
benar atau diam.", hadits diriwayatkan oleh Bukhari.

1. JENIS-JENIS DIAM
Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab
dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi
ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya
bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi
pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita
lihat jenis-jenis diam:
a. Diam Bodoh Yaitu diam karena memang tidak tahu apa
yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan
ilmu pengetahuan dan ketidakmengertianny a, atau
kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya.
Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada
memaksakan diri bicara sok tahu.
b. Diam Malas Diam jenis merupakan keburukan, karena
diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia
enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood,
tidak berselera atau malas.
c. Diam Sombong Ini pun termasuk diam negatif karena
dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang
yang diajak bicara tidak selevel dengannya.
d. Diam Khianat Ini diamnya orang jahat karena dia
diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat
dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam
yang keji.
e. Diam Marah Diam seperti ini ada baiknya dan adapula
buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari
perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana.
Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari
solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya,
sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.
f. Diam Utama (Diam Aktif) Yang dimaksud diam
keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran
dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa
engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi
maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.

2. KEUTAMAAN DIAM AKTIF
a. Hemat Masalah Dengan memilih diam aktif, kita akan
menghemat kata-kata yang berpeluang menimbulkan
masalah.
b. Hemat dari Dosa Dengan diam aktif maka peluang
tergelincir kata menjadi dosapun menipis, terhindar
dari kesalahan kata yang menimbulkan kemurkaan Allah.
c. Hati Selalu Terjaga dan Tenang Dengan diam aktif
berarti hati akan terjaga dari riya, ujub, takabbur
atau aneka penyakit hati lainnya yang akan mengeraskan
dan mematikan hati kita.
d. Lebih Bijak Dengan diam aktif berarti kita menjadi
pesdengar dan pemerhati yang baik, diharapkan dalam
menghadapi sesuatu persoalan, pemahamannya jauh lebih
mendaam sehingga pengambilan keputusan pun jauh lebih
bijak dan arif.
e. Hikmah Akan Muncul Yang tak kalah pentingnya, orang
yang mampu menahan diri dengan diam aktif adalah
bercahayanya qolbu, memberikan ide dan gagasan yang
cemerlang, hikmah tuntunan dari Allah SWT akan
menyelimuti hati, lisan, serta sikap dan perilakunya.
f. Lebih Berwibawa Tanpa disadari, sikap dan
penampilan orang yang diam aktif akan menimbulkan
wibawa tersendiri. Orang akan menjadi lebih segan
untuk mempermainkan atau meremehkan.

Selain itu, diam aktif merupakan upaya menahan diri
dari beberapa hal, seperti:

1. Diam dari perkataan dusta
2. Diam dari perkataan sia-sia
3. Diam dari komentar spontan dan celetukan
4. Diam dari kata yang berlebihan
5. Diam dari keluh kesah
6. Diam dari niat riya dan ujub
7. Diam dari kata yang menyakiti
8. Diam dari sok tahu dan sok pintar

Mudah-mudahan kita menjadi terbiasa berkata benar atau
diam. Semoga pula Allah ridha hingga akhir hayat
nanti, saat ajal menjemput, lisan ini diperkenankan
untuk mengantar kepergian ruh kita dengan sebaik-baik
perkataan yaitu kalimat tauhiid "laa ilaha illallah"
puncak perkataan yang menghantarkan ke surga. Aamiin.
AA
Posted by gindhox at 04:37:26 | Permanent Link | Comments (0) |