Friday, March 03, 2006

9 KEINGINAN ANAK DARI ORANG TUA

 

1. Waktu luang

Boleh saja Anda sibuk berkarier diluar rumah, karena tujuan bekerja pasti untuk anak juga. Namun, anak pun menginginkan Anda memiliki waktu luang baginya. Jadi, Anda harus pintar me-manage waktu. Yang pasti Anda harus menetapkan hari libur yang tak boleh lagi diusik dengan pekerjaan. Pergunakanlah waktu libur bersama anak.

2. Kasih sayang

Kebutuhan anak tak hanya kebutuhan fisik. Kasih sayang dan perhatian andalah yang paling penting untuk anak. Bentuk perhatian tidak perlu harus dengan hadiah, tetapi dengan menemaninya belajar ataupun bermain, sudah cukup penting membuat anak senang.

3. Tidak bertengkar

Orang tua kadangkala tidak menyadari, saat emosi mereka memuncak, masalah anak dikesampingkan. Secara psikologis, ini tidak baik untuk perkembangan anak. Jiwanya akan tertekan dan ia akan bingung, siapa yang harus dibela dan disalahkan. Jika persoalan muncul, sebaiknya selesaikan saat anak tidak dirumah atau sedang tidur, sehingga ia tidak melihat atau mendengarkan orangtuanya bertengkar.

4. Tidak pilih kasih

Jangan sesekali membedakan kasih sayang antara anak yang satu dengan anak yang lain. Jelas ini akan membuat anak yang di nomor duakan cemburu. Jangan pernah membuat batasan, yang bungsu harus lebih disayang daripada yang besar. kalau tidak ingin diprotes anak, bersikaplah adil dalam memberikan kasih sayang.

5. Ramah

Sikap orangtua yang tidak bersahabat dengan teman-teman si kecil jelas akan membuat si kecil tidak nyaman. Dan ini sangat sering terjadi. Meski suasana hati sedang tidak nyaman, cobalah tetap bersikap ramah pada teman-teman si kecil. Ingat anak tak siap menerima perlakuan seperti itu dan akan berontak jika orangtuanya mempermalukannya.

6. Menepati janji

Janji adalah utang yang harus ditepati. Sebaiknya jangan memberikan janji pada anak, jika hal itu hanya Anda maksudkan dengan bercanda atau tidak bersungguh-sungguh. Anda tidak maukan di cap anak sebagai orangtua pembohong? Jika Anda sudah terlanjur berjanji sebaiknya ditepati.

7. Pintar

Hal lain yang perlu Anda ketahui, anak juga ingin punya orangtua yang pintar dan cekatan. Tidak perlu harus menjadi seorang profesor, tetapi setiap kali anak bertanya, Anda bisa menjawabnya.

8. Jadi teman

Hubungan anak dengan orangtua kadang tidak harmonis, karena orangtua sering membuat batasan, tidak mau mengakrabkan diri pada anak dengan alasan agar anak segan. Cobalah agar menata kembali hubungan Anda dengan anak agr lebih akrab. Sehingga posisi Anda tak hanya sebagai orangtua saja, tetapi bisa juga sebagai teman.

9. Mampu mengatasi masalah

Seringkali orangtua tidak menyadari sikapnya, dan mengeluh di depan anak. Keluhan Anda pun bermacam-macam, dari masalah keluarga sampai dengan urusan pekerjaan. Padahal itu tidak perlu. Kenapa harus berbagi masalah dengan anak. Apa yang dapat Anda harapkan dari anak yang masih kecil dan pola pikirannya belum luas? Bicarakan masalah Anda dengan pasangan ataupun orang yang lebih tua yang dapat memahami masalah tersebut.

 

Posted by gindhox at 10:20:25 | Permanent Link | Comments (0) |

Tuesday, December 27, 2005

10 Tanda-Tanda si Dia Jatuh Cinta

Mana enak memendam perasaan, kan? Tapi, nanya langsung jauh lebih nggak enak. Karena itu, coba deh lihat tanda-tanda di bawah ini kalau Anda merasa bahwa gebetan Anda itu ada perhatian juga sama Anda ...
  1. Perhatikan dengan cermat perilakunya setiap kali ngobrol. Apakah ia menaruh minat terhapa apa saja yang Anda perbincangkan, dan berusaha agar diskusi terus berlangsung?
  2. Apakah dia secara 'tidak sengaja' selalu ada di sekitar Anda?
  3. Camkan dalam hati kalau dia membuat rencana yang melibatkan Anda. Misalnya, "Eh, Ricky Martin nanti mau live di Jakarta. Nanti kita nonton, yuk!"
  4. Dia mau menghabiskan waktu berdua, bahkan membatalkan berbagai acara hanya untuk bertemu Anda lebih lama.
  5. Menelepon untuk alasan sepele, misalnya bertanya tentang, "Sudah tahu ada kafe baru di lantai bawah?"
  6. Sekonyong-konyong saja ia menaruh perhatian terhadap hobi dan hidup Anda. Ini tanda yang meyakinkan bahwa ia tertarik pada Anda - dan bukan hanya pada hobi Anda itu.
  7. Lihat juga bahasa tubuhnya. Apakah ia sering terlihat malu-malu bila menatap Anda? Atau, bisa juga ia mendadak grogi saat bertemu Anda.
  8. Saat duduk bersama, bagaimana bahasa tubuhnya? Apakah ia menarik diri, atau justru membuka diri?
  9. Apakah ia bergerak mendekati - bahkan menyentuh - Anda, misalnya menyentuh tangan atau pipi Anda?
  10. Apakah ia sering tersenyum bila tak sengaja pandangan matanya bersirobok dengan Anda? Bila lebih dari 5 pernyataan di atas Anda setujui, kemungkinan besar ia memang sedang kasmaran pada Anda. Walau begitu, tetaplah sadari intuisi dan dengarkan kata hati Anda. Kecuali, bila Anda tidak membalas perasaan romantis orang itu, jangan lakukan sesuatu yang membuatnya salah pengertian.
Posted by gindhox at 08:33:15 | Permanent Link | Comments (2) |

Thursday, December 22, 2005

10 Ciri Orang yang Berpikir Positif

 
Semua orang yang berusaha meningkatkan diri dan ilmu pengetahuannya pasti tahu bahwa hidup akan lebih mudah dijalani bila kita selalu berpikir positif. Tapi, bagaimana melatih diri supaya pikiran positiflah yang 'beredar' di kepala kita, tak banyak yang tahu. Oleh karena itu, sebaiknya kita kenali saja dulu ciri-ciri orang yang berpikir positif dan mulai mencoba meniru jalan pikirannya.
  1. Melihat masalah sebagai tantangan 
    Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia. 
  2. Menikmati hidupnya 
    Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik. 
  3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide 
    Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik. 
  4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak 
    'Memelihara' pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah. 
  5. Mensyukuri apa yang dimilikinya 
    Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya 
  6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu 
    Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif. 
  7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan 
    Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.  
  8. Menggunakan bahasa positif 
    Maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti "Masalah itu pasti akan terselesaikan," dan "Dia memang berbakat." 
  9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif 
    Di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan 'hidup'. 
  10. Peduli pada citra diri 
    Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
Posted by gindhox at 09:36:20 | Permanent Link | Comments (9) |

10 Cara Mengasah Seni Mendengar

 
Rasanya memang tidak sulit selama kita punya kuping. Nyatanya, banyak orang tidak memiliki kemampuan mendengarkan orang lain. Entah pada pasangan, teman, bahkan bos sekali pun, mendengarkan dengan baik masih jadi tantangan yang cukup besar.
Soalnya, sering sekali kita tergoda untuk memberi respons ketimbang mendengarkan. Atau, kita merasa sudah tahu apa yang sedang diomongin, sehingga kita dengan seenaknya menginterupsi atau menyela. Diakui atau tidak, mendengarkan sudah menjadi satu keahlian yang sulit dimiliki setiap orang.
Karena itu, kemampuan mendengarkan pun punya seni tersendiri. Anda ingin mempelajarinya? Coba deh Anda simak jurus mendengarkan dengan efektif di bawah ini:
  1. Berhenti bicara  
    Apa yang mau didengar, kalau Anda ngomong dan mendengarkan sekaligus?
  2. Berikan waktu pada orang yang sedang bicara  
    Berilah mereka 'izin', ruang, dan waktu untuk mengutarakan maksud. Bagaimana Anda memandang, berdiri atau duduk, akan membuat perbedaan besar. Santai saja, ini akan membuat yang berbicara juga santai.
  3. Tunjukkan pada orang lain bahwa Anda ingin mendengar  
    Pandanglah mereka. Mengangguk kalau setuju dan tanyakan sesuatu kalau ingin mereka menjelaskan lebih lanjut. Dengarlah untuk memahami kata-kata mereka, dan bukannya tidak sabar menunggu giliran berbicara.
  4. Hilangkan semua gangguan  
    Mendengarkan dengan baik berarti Anda melenyapkan semua gangguan di sekitar Anda, misalnya mematikan radio, TV, menutup pintu, berhenti membaca, dan sebagainya. Berilah si pembicara perhatian penuh, dan biarkan mereka tahu bahwa mereka memperoleh perhatian penuh.
  5. Empati pada orang lain  
    Terlebih bila mengemukakan suatu hal yang pibadi sifatnya, atau penderitaan. Sisihkan waktu untuk berada di posisi mereka, agar Anda bisa melihat situasi dari sudut pandang mereka.
  6. Sabar  
    Ada jenis orang yang butuh waktu lama untuk menemukan kata-kata yang tepat, untuk membuat suatu isu menjadi jelas. Beri mereka waktu.
  7. Hati-hati pada emosi Anda sendiri  
    Bila apa yang mereka katakan menciptakan respons emosional dalam diri Anda, bersikaplah ekstra hati-hati agar betul-betul memahami arti kalimat mereka. Bila Anda marah, ketakutan, atau merasa terganggu, bisa jadi Anda akan kehilangan bagian krusial yang sedang disampaikan.
  8. Bila tidak setuju, ingin mengkritik atau berargumentasi, lakukan pelan-pelan  
    Biarpun tidak setuju, biarkan mereka melontarkan sudut pandang mereka terlebih dulu. Soalnya, kalau komentar Anda membuat orang lain jadi defensif, meskipun Anda 'memenangkan' argumentasi, bisa jadi Anda kehilangan suatu pandangan yang jauh lebih berharga.
  9. Lontarkan berbagai pertanyaan  
    Biarkan mereka berbicara lebih banyak, memberi contoh, atau menerangkan lebih lanjut. Itu akan membuat mereka bicara lebih precisely dan membuat Anda mengerti lebih akurat.
  10. BERHENTI BICARA  
    Ini adalah jurus pertama dan terakhir yang paling ampuh.
Posted by gindhox at 09:29:32 | Permanent Link | Comments (0) |

10 Trik agar disukai di kantor

Kantor sebagai tempat Anda berada pada waktu prima, selayaknya memang memberikan kenyamanan sekaligus hiburan - di samping tempat mencari nafkah. Namun, ada kalanya hal itu tidak tercapai hanya gara-gara kesalahan yang tidak Anda sadari.
Agar kantor tak menjadi tempat yang mengesalkan, sebaiknya Anda juga tidak mengesalkan bagi rekan-rekan kerja. 'Intip' rahasianya di bawah ini:
  1. Jangan mengenakan busana yang terlalu formal bila tidak ada keperluan yang sesuai. Lingkungan akan melabeli diri Anda sebagai rekan kerja yang nerd dan aneh.
  2. Jangan mengatakan hal-hal negatif tentang seorang pun teman di kantor. Toh, mereka akan menyadari siapa saja yang memang tidak layak dijadikan sahabat atau harus dimasukkan dalam daftar musuh.
  3. Jangan pernah terlihat sebagai orang yang terlalu sering ngemil atau menyerobot makanan kecil rekan lain.
  4. Hati-hati ketika mengkritik perusahaan tempat Anda bekerja. Maklum, semua dinding kantor biasanya punya kuping.
  5. Jangan pernah meninggalkan cangkir Anda untuk dicucikan orang lain. Kecuali bila memang sudah ada office-boy/girl yang bertugas. Anda yang bikin kotor, Anda juga yang bikin bersih. Sebenarnya, hal ini bisa diterapkan pada hal yang lebih 'berat' ketimbang sekadar cangkir kopi.
  6. Salami semua orang setiap tiba di kantor. Ini akan membuat mereka sadar akan eksistensi Anda.
  7. Cobalah untuk tinggal lebih lama 10 menit saja ketimbang rekan-rekan yang lain. Bukan berarti Anda ingin terlihat lebih rajin, tapi akan membuat bos Anda jadi lebih memperhatikan.
  8. Jangan pernah pacaran - apalagi tidur bersama - dengan rekan kerja.
  9. Mintalah saran dari rekan sekantor. Biarpun Anda sebenarnya tidak membutuhkannya, orang-orang senang bila dimintai nasehat.
  10. Kalau Anda cukup bodoh untuk bertengkar dengan bos Anda, usahakan untuk melupakan pertengkaran itu. Lakukan dengan penuh harga diri.

 


Posted by gindhox at 09:25:32 | Permanent Link | Comments (0) |